Posted on Leave a comment

Fabio Quartararo Berpeluang ke Ducati Usai Bela Yamaha

fabio-quartararo-berpeluang-ke-ducati-usai-bela-yamaha

Fabio Quartararo Berpeluang ke Ducati Usai Bela Yamaha – Fabio Quartararo dapat membela tim pabrikan Yamaha selama dua th. ke depan. Dikabarkan, terkecuali kontraknya sudah habis, Ducati berniat untuk mengincar isyarat tangan pembalap yang terlalu bertalenta tersebut.

Fabio Quartararo Berpeluang ke Ducati Usai Bela Yamaha

fabio-quartararo-berpeluang-ke-ducati-usai-bela-yamaha

Kemampuan Quartararo memang tak perlu diragukan lagi. Quartararo sudah memperlihatkan bahwa ia pantas untuk menjadi pembalap terkuat di MotoGP sebab selama dua musim dirinya tampil di kelas tersebut, rider asal Prancis itu selamanya sanggup tampil mengagumkan.

Pada musim pertamanya di MotoGP 2019, Quartararo sanggup merebut gelar rider debutan terbaik. Di MotoGP 2020 Quartararo sempat menjadi kandidat terkuat untuk capai gelar juara dunia, judi bola tapi sayang di akhir performa pembalap berusia 21 th. itu sedikut kendur.

Alhasil, Quartararo justru gagal merebut gelar juara dunia MotoGP 2020. Gelar itu kemudian diambol oleh Joan Mir, rider Suzuki Ecstar yang terhitung sama-sama baru menekuni th. keduanya di kelas MotoGP terhadap 2020 kemarin.

Meski gagal juara, tapi tak ada yang mencurigakan kebolehan Quartararo. Termasuk Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti. Ia bahkan mengakui bahwa punya niatan untuk merekrut Fabio Quartararo di MotoGP 2023. Hal itu sebab tim pabrikan asal Italia itu memang terlalu tertarik bersama dengan kebolehan Quartararo kala berada di atas motor MotoGP.

Menurut pemaparan Ciabatti, Ducati baru dapat mendekati Quartararo lagi kala MotoGP 2023 dapat dimulai. Dikatakan lagi sebab sebelum akan Quartararo di tandatangani kontrak dua th. bersama dengan Monster Energy Yamaha, Ducati dikabarkan sudah mengajak rider selanjutnya bekerja sama.

Akan tetapi, penawaran Ducati itu tak ditanggapi Quartararo. Namun, ia pun yakin selama dua th. ke depan Quartararo dapat punya permohonan untuk rubah tim.

“Quartararo adalah target kita yang terlalu susah untuk didapatkan. Sebab dia ingin selamanya bersama dengan Yamaha. Targetnya kala ini adalah mengendarai YZR-M1 formal di 2021 dan dia berhasil melakukannya,” kata Ciabatti, melansir berasal dari Marca,

Lin Jarvis (Manajer Monster Energy Yamaha) sudah memberikannya kontrak dua tahun. Jadi, selama tiga th. ke depan, aku rasa Quartararo dapat menentukan apakah dapat mengganti tim atau tidak,” jadi Ciabatti.

Tentunya terkecuali Ducati terlalu berniat merekrut Quartararo, maka merk perlu memperbaiki motor mereka sehingga sanggup tampil lebih baik di jaman depan. Sebab terkecuali motor Desmosedici sanggup berkompetisi memperebutkan gelar juara, maka Quartararo dan rider-rider lain memahami dapat tertarik bersama dengan tim pabrikan asal Italia tersebut.

Posted on Leave a comment

Salam Damai Warnai Perjumpaan Marc Marquez dan Joan Mir

salam-damai-warnai-perjumpaan-marc-marquez-dan-joan-mir

Salam Damai Warnai Perjumpaan Marc Marquez dan Joan Mir – Pembalap MotoGP asal Spanyol, Joan Mir, mengaku secara tidak sengaja bertemu Marc Marquez. Pertemuan keduanya sesudah itu menarik banyak perhatian mengingat keduanya sempat berselisih paham.

Salam Damai Warnai Perjumpaan Marc Marquez dan Joan Mir

salam-damai-warnai-perjumpaan-marc-marquez-dan-joan-mir

Awalnya, Marquez, yang merupakan pemegang gelar juara dunia MotoGP 2019, sempat mencurigakan kemenangan Mir. Hal itu ia lontarkan dikarenakan Marquez absen didalam musim selanjutnya supaya persaingan menjadi minim.

Pernyataan selanjutnya mengakibatkan Mir mengetahui merasa geram. Pembalap berusia 23 th. itu merasa bahwa dirinya pantas memenangkan titel juara dunia MotoGP 2020 dikarenakan berkat bisnis kerasnya sepanjang musim tersebut.

Akan tetapi, Marquez sesudah itu menarik kata-katanya kembali. Setelah itu, ia mengakui gelar yang diraih teman senegaranya itu meskipun hanya berhasil mengemas satu kemenangan saja. Tetapi, terus-menerus yang dimiliki Mir mengakibatkan Marquez menjadi salut.

Baca juga Marc Marquez Akui Joan Mir Pembalap Terbaik di MotoGP 2020

Mendengar perkataan Marquez yang direvisi, Mir mengaku tidak peduli. Ia selalu meneguhkan diri bahwa ia layak dan pantas merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2020.

Namun, sehabis keadaan panas tersebut, Marquez dan Mir saling jumpa bersama bertatap langsung. Keduanya secara kebetulan bertemu disaat Mir tengah latihan di Lerida dan tersedia Marquez yang tengah menemani Alex.

Beruntungnya pertemuan keduanya justru terjadi bersama tenang. Mir mendoakan Marquez supaya cepat pulih berasal dari era cedera. Sedangkan Marquez ikut mengucapkan selamat kepada Mir atas gelar juara.

“Saya berharap Marc dapat lagi didalam tes, atau di balapan pertama, lebih cepat lebih baik,” ungkap Mir

“Saya bertemu dengannya lebih dari satu hari selanjutnya di Lerida, aku tersedia di sana untuk berlatih dan ia menemani saudaranya, Alex,” tambahnya.

“Ia memberi selamat kepada aku atas gelar tersebut. Jelas, ini adalah moment yang sukar baginya, tidak tersedia yang menyukai apa yang terjadi padanya, menjadi aku dambakan ia lagi secepatnya dan layaknya sebelumnya,” pungkasnya

Posted on Leave a comment

Valentino Rossi Bertekad Tancap Gas sejak MotoGP Qatar 2021

valentino-rossi-bertekad-tancap-gas-sejak-motogp-qatar-2021

Valentino Rossi Bertekad Tancap Gas sejak MotoGP Qatar 2021 – Lembar baru siap diakses oleh Valentino Rossi pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 bersama dengan Petronas Yamaha SRT. Demi tampil kompetitif, The Doctor menargetkan untuk segera tancap gas sejak balapan perdana.

Valentino Rossi Bertekad Tancap Gas sejak MotoGP Qatar 2021

valentino-rossi-bertekad-tancap-gas-sejak-motogp-qatar-2021

Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 terjadi di luar perkiraan Valentino Rossi. Sempat dimulai bersama dengan gemilang berkat finis ketiga di GP Andalusia 2020, sesudah itu penampilannya jauh menurun. Puncaknya, pria berusia 41 th. itu gagal finis pada tiga balapan beruntun.

Kesialan semakin jadi tambah sesudah Valentino Rossi dinyatakan positif Covid-19 pada awal Oktober 2020. Alhasil, pria berpaspor Italia itu kudu melewatkan dua balapan di Sirkuit Motorland, Aragon. Tidak heran, hasil musim ini merupakan yang terburuk selama kariernya.

Sadar musim lalu tidak terjadi sesuai harapan, Valentino Rossi segera mengobarkan tekad sembari menatap MotoGP 2021. Pria kelahiran Tavullia itu ingin tancap gas sejak seri perdana, yang dijadwalkan terjadi pada 26-28 Maret 2021 di Qatar.

Salah satu aspek yang menurutnya kudu ditingkatkan dari motor adalah energi cengkeram di ban belakang. Problem itu selalu menghantui Valentino Rossi selama MotoGP 2020. Setelah itu, pekerjaan tempat tinggal besar lainnya adalah kecepatan maksimal.

“Kami sungguh susah bersama dengan energi cengkeram ban belakang. Ini adalah poin yang paling mutlak tak sekedar kecepatan maksimal motor. Demi kompetitif, kami kudu berbarengan memperbaiki diri,” tutup pembalap bernomor motor 46 itu.

Posted on Leave a comment

Valentino Rossi Sebut Tak Ada Seri Balapan yang Disukainya di MotoGP 2020

Valentino Rossi Sebut Tak Ada Seri Balapan yang Disukainya di MotoGP 2020 – Pembalap veteran Yamaha, Valentino Rossi, tidak memungkiri bahwa Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 adalah bencana. Sebab, pandemi Corona (Covid-19) memicu kalender MotoGP mengalami perombakan dan ia tidak menyukainya.

Valentino Rossi Sebut Tak Ada Seri Balapan yang Disukainya di MotoGP 2020

valentino-rossi-sebut-tak-ada-seri-balapan-yang-disukainya-di-motogp-2020

Sebagaimana diketahui, cuma ada 14 seri balapan yang dilangsungkan th. ini, yang mana seluruhnya dilangsungkan di Eropa bersama sembilan sirkuit tersedia. Dengan demikian, maka ada beberapa sirkuit yang menggelar balapan ganda.

Menurut Rossi, balapan di sirkuit yang sama didalam pas yang berdekatan sangatlah membosankan. Selain itu, dari faktor psikologis, perihal itu juga tambah menghimpit para pembalap. Karena, terhadap balapan ke dua mereka dituntut untuk menjadi lebih baik ketimbang yang pertama.

Rossi sendiri gagal menampilkan performa yang memuaskan di sepanjang MotoGP 2020. Tercatat, pembalap 41 th. berikut cuma berhasil naik podium sebanyak satu kali.

Menurut Rossi, perihal itu terjadi dikarenakan ia tidak bisa melaju di sirkuit yang menjadi favoritnya. Pembalap berjuluk The Doctor itu mengaku mengalami kesulitan untuk bisa tampil bagus di sejumlah sirkuit. Lebih parahnya, ia mesti sebanyak dua kali bertanding di sirkuit tersebut.

“Jika ada lebih banyak balapan, mungkin di lintasan yang aku senang maka aku dapat siap. Karena th. ini beberapa besar musim terjadi di wilayah yang memang tidak bersahabat bersama saya,” ujar Rossi, dikutip dari Speedweek

Menurut Rossi pandemi Corona sudah mengacaukan banyak hal. Bahkan, di Italia sendiri banyak yang mengaitkan pandemi ini bersama th. kabisat. Karena, menurut pepatah lama di Italia, th. kabisat sering membawa bencana.

Kendati demikian, terhadap selanjutnya Valentino Rossi mencoba untuk memaklumi situasi ini. Menurutnya, tetap lebih baik Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 diadakan bersama cara yang tidak sama dan banyak kekurangan ketimbang tidak sama sekali.

“Tentu saja, banyak yang membenci th. 2020. Ada banyak percakapan di Italia mengenai pepatah lama bahwa th. kabisat membawa bencana. Dan kemudian seluruhnya terjadi ke arah yang keliru sejak awal. Tapi entahlah,” tutur The Doctor.

“Tapi aku tetap mesti menyebutkan aku mendambakan mengambil alih dua balapan kembali (Rossi absen didalam dua balapan dikarenakan mesti menjalani karantina independent akibat terpapar Covid-19). Anda juga mesti selamanya ingat, bahwa lebih baik balapan seperti ini daripada tidak sama sekali,” sambungnya.

Posted on Leave a comment

Alex Merasa Punya Kemiripan dengan Marc Marquez

Alex Merasa Punya Kemiripan dengan Marc Marquez – Alex Marquez udah menjalani musim debutnya di kelas premier bersama membela Repsol Honda didalam gelaran MotoGP 2020. Tak ayal, perihal selanjutnya membuatnya jadi lebih sering dibanding-bandingkan bersama sang kakak, Marc Marquez.

Alex Merasa Punya Kemiripan dengan Marc Marquez

alex-merasa-punya-kemiripan-dengan-marc-marquez

Jika bicara soal prestasi, Marquez sudah pasti berada jauh di depan kalau dibandingkan bersama Alex. Sebab, Marquez lebih punya banyak pengalaman dan sejak awal kemunculannya di kelas premier udah segera membawa dampak gebrakan.

Kendati demikian, tersedia perihal lain yang membawa dampak banyak orang penasaran, yakni tentang tipe balap dari pasangan kakak-beradik tersebut. Sebab, selama ini motor Honda sering disebut cuma dibuat agar mampu sesuai bersama tipe balap Marquez.

Dengan kata lain, kalau Alex punya tipe balap yang sama bersama Marquez, maka harusnya ia tidak terlalu ada masalah untuk mampu menguasai motor Honda tersebut. Menanggapi perihal ini, Alex pun punya jawabannya tersendiri.

Menurutnya, kalau dilihat dari luarnya saja, ia dan Marquez punya tipe balap yang terlalu berbeda. Sebab, Marquez memacu motor balapnya bersama agresif, namun Alex mengemudikan kuda besinya bersama lembut.

Namun, kalau menilik pada information yang tersaji, angka-angka yang dihasilkan oleh Alex dan Marquez justru cukup mirip. Disinyalir perihal ini terjadi dikarenakan Alex dan Marquez udah sering berlatih bersama sejak kecil agar punya pola yang hampir sama didalam mengemudikan motor balapnya.

“Dari luar, di TV sepertinya kami mengemudi bersama langkah yang terlalu berbeda. Cara kami mengemudikan dan mobilisasi motor membuatnya keluar lebih agresif dan saya keluar lebih lembut,” paham Alex, dikutip dari Motorsport Total, Senin (21/12/2020).

“Tetapi ketika kami menyaksikan datanya, keluar terlalu mirip. Tentu saja, tidak 100 persen sama. (Tubuh) saya sedikit lebih tinggi darinya. Itu sedikit menolong didalam membawa dampak motor menonjol dan mengurangi bergerak,” lanjutnya.

Sayangnya, Marquez dan Alex cuma mampu beradu satu kali di atas lintasan didalam gelaran MotoGP 2020. Sebab, Marquez mengalami kecelakaan pada seri perdana dan sejak sementara itu mesti menepi.

Hingga sementara ini masih belum diketahui kapan Marquez mampu ulang mengikuti balapan lagi. Bahkan, masih diragukan apakah The Baby Alien mampu tampil di seri perdana MotoGP 2021 pada Maret tahun depan

Posted on Leave a comment

Mir Tak Butuh Pengakuan Marc Marquez Usai Juarai MotoGP 2020

Mir Tak Butuh Pengakuan Marc Marquez Usai Juarai MotoGP 2020 – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, tak memerlukan pengakuan Marc Marquez untuk gelar juara dunia MotoGP 2020. Menurutnya, ia memang pantas dikarenakan menang bersama dengan usahanya sendiri.

Mir Tak Butuh Pengakuan Marc Marquez Usai Juarai MotoGP 2020

mir-tak-butuh-pengakuan-marc-marquez-usai-juarai-motogp-2020

Mir mengaku tidak hiraukan tentang pendapat banyak orang yang mempertanyakan gelar juara dunianya. Ia merasa apa yang udah dialami Marquez merupakan risiko berasal dari tiap-tiap pembalap dikala mengalami cedera panjang.

Memang, bersama dengan absennya Marquez, semua pembalap miliki potensi untuk merengkuh gelar juara dunia. Hal itu keluar di dalam kompetisi sengit musim ini, dikala pemenang MotoGP 2020 sempat sulit diprediksi.

Namun, kelanjutannya Mir keluar sebagai juara dunia sesudah tunjukkan kedisiplinan di MotoGP 2020. Sayangnya, ia wajib menanggapi pemikiran miring dikarenakan suasana Marquez yang tidak tampil penuh pada musim ini.

Meski begitu, Marquez sempat berikan pengakuan bahwa ia mengakui kemenangan yang direngkuh Mir. Akan tetapi, hal itu tidak mendapat tanggapan berasal dari Mir, dikarenakan ia tak memerlukan pengakuan berasal dari sang peraih enam gelar juara dunia tersebut.

“Saya tidak memerlukan pendapat Marquez, dikarenakan di di dalam diri aku kami jelas bahwa ada banyak risiko di dalam olahraga ini,” ungkap Mir, mengutip berasal dari Autosport,

Kami termasuk wajib bermain bersama dengan risiko ini, kami termasuk wajib bermain bersama dengan batas,” malah pembalap berpaspor Spanyol tersebut.

“Penting untuk tidak melalui batas, dikarenakan Anda sanggup cedera. Pada kasus itu, Marc di dalam sebagian th. terakhir memang tidak tersentuh,” lanjutnya.

Ia melaksanakan kesalahan pada balapan pertama dan ada banyak kejuaraan di mana pembalap utama jauh atau cedera, dan lantas pembalap lain menyita peluang untuk memenangkan kejuaraan dunia,” sambungnya.

“Jadi ini tidak berarti kejuaraan miliki nilai yang lebih rendah,” pungkasnya.

Posted on Leave a comment

Dikalahkan Adik Sendiri, Valentino Rossi: Murid Kadang Bisa Lampaui Guru

Dikalahkan Adik Sendiri, Valentino Rossi: Murid Kadang Bisa Lampaui Guru – Pembalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, tak mempermasalahkan sang adik, Luca Marini yang dapat mengalahkannya di arena balap. VR46 pun mengakui bahwa Marini menggeber motor lebih cepat darinya.

Dikalahkan Adik Sendiri, Valentino Rossi: Murid Kadang Bisa Lampaui Guru

Dikalahkan Adik Sendiri, Valentino Rossi: Murid Kadang Bisa Lampaui Guru

Situasi ini dapat saja jadi tolok ukur pada musim depan disaat keduanya akan tampil bersama. Tetapi, Valentino Rossi menanggapinya bersama dengan santai. Bahkan sebagai seorang mentor untuk adiknya sendiri, Valentino Rossi jadi bangga.

Sebab, seperti diketahui, Marini merupakan pembalap jebolan VR46 Academy yang merupakan tim binaan Valentino Rossi. Karena itu, ia justru jadi suka dikarenakan anak didiknya sukses melewatinya selaku mentor.

“Akhir-akhir ini Luca lebih cepat berasal dari saya, kadangkala ia lebih baik berasal dari saya,” ungkap Valentino Rossi, mengutip berasal dari GP One,

Memang murid kadangkala dapat melampaui guru,” sambung Valentino Rossi.

Marini pun mengaku suka sukses melebihi kecepatan Valentino Rossi di dalam lebih dari satu kala terakhir. Namun, pada satu sisi ia termasuk selalu memuji The Doctor –julukan Valentino Rossi– yang sudah mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP.

“Saya sebetulnya lebih cepat darinya, tetapi Vale luar biasa,” balas Marini untuk menjawab pengakuan Valentino Rossi.

“Ia adalah idola saya dan pada kala yang serupa favorit ibu saya juga,” lanjutnya.

Keduanya sendiri sebetulnya belum terlibat balapan segera bersama dengan di arena lintasan secara. Sebab keduanya akan berada di dalam satu lintasan yang serupa kala Marini tampil sebagai rookie di MotoGP 2021.

Namun begitu, Valentino Rossi dan Marini meluangkan kala bersama dengan untuk menekuni balapan bareng. Momen itu terjadi kala keduanya menekuni latihan bersama dengan di lintasan trek milik Valentin Rossi di Tavullia yakni Motor Ranch.

Posted on Leave a comment

Dani Pedrosa Masih Jadi Test Rider KTM di 2021

Dani Pedrosa Masih Jadi Test Rider KTM di 2021 – KTM mempertahankan komposisi pebalap pengujinya. Mantan pebalap top MotoGP Dani Pedrosa dan Mika Kallio masih jadi test rider KTM untuk musim 2021.

Dani Pedrosa Masih Jadi Test Rider KTM di 2021

dani-pedrosa-masih-jadi-test-rider-ktm-di-2021

Kallio sudah jadi bagian dari KTM dalam lebih dari satu tahun terakhir apalagi melakoni sejumlah balapan sebagai wildcard. Pabrikan Austria itu lantas memperkuat tim pengujinya bersama merekrut Pedrosa usai pensiun pada dua tahun silam.

Kerja sama Kallio dan Pedrosa pada akhirnya membuktikan hasil menawan di MotoGP 2020. KTM capai tiga kemenangan yang dicapai oleh Brad Binder (Republik Ceko) dan rider Tech3 Miguel Oliveira (Styria dan Portugal).

Tidak tersedia alasan bagi KTM untuk membuat perubahan line-up tim pengujinya. “Kami bahagia bisa memelihara stabilitas dan semua pengetahuan yang kami punya bersama tim penguji kami,” kata Pit Beirer dikutip Motorsport.com.

“Di 2020 kami bisa membuktikan seberapa bagus dan seberapa kencang kami bekerja di belakang layar untuk program MotoGP kami dan masukan dari Mika dan Dani mutlak dalam perkembangan yang sudah kami lakukan.”

“Ini baru empat tahun, namun sudah beri tambahan kebanggaan besar dan suka ria kepada perusahaan agar bisa menentukan target-target baru dan sebabkan lebih banyak memori di MotoGP.”

“KTM benar-benar dambakan untuk terus meningkat dan saya hanya bisa benar-benar gembira bisa terus bekerja bersama mereka dan mendukung pebalap-pebalap mereka capai target-target yang lebih besar,” timpal Pedrosa.

“Aku dambakan berterima kasih kepada Pit Beirer, Stefan Pierer, dan Red Bull atas semua kepercayaan mereka kepadaku.”